Saatnya Jalan-Jalan Ke Angkor Wat, Kamboja

Advertisement

Bagi Anda yang mungkin sedang dalam masa liburan membutuhkan beberapa referensi. Oleh karena itu, jalan-jalan ke Angkor Wat, Kamboja akan menjadi pilihan tepat yang menjanjikan petualangan baru. Angkor Wat sendiri adalah jenis kuil hindu yang terletak di daerah Meru. Dan dianggap sebagai salah satu keajaiban dunia. Para peneliti mempercayai bahwa kuil ini dibangun pada abad ke-12 oleh raja Kamboja yang bernama Suryavarman II karena penghormatannya kepada dewa Wisnu sebagai dewa tertinggi di daerah tersebut. Alasan ini juga mempengaruhi penyebutan nama pada awal pembangunan yaitu Preah Pisnulok atau Vishnuloka yang berarti tempat dewa Wishnu bersemayam. Sedangkan untuk pembangunannya, kuil ini membutuhkan waktu kurang lebih 30 tahun yaitu selama masa kepemerintahan dinasi Suryavarman II.

Angkor Wat

Angkor Wat

Nama Angkor Wat sendiri terbagi menjadi dua kata ; yang pertama adalah Angkor yang berasal dari kata Nokor yang merupakan serapan dari bahasa sankskerta Nagara. Dan artinya adalah Kota atau Negara. Sedangkan kata Wat mempunyai arti Kuil atau Candi di dalam bahasa Khmer. Buddha pada abat ke-13 menggantikan agama Hindu di Kamboja dan Angkor Wat kemudian digunakan oleh orang-orang  Buddha Theravada untuk beribadah hingga pada abad ke-14. Pada abad ini kerajaan di Kamboja diserang oleh Siam. Selanjutnya ditelantarkan hingga abad ke-16 dan kemudian ditemukan kembali pada saat kolonialisasi Prancis di Kamboja. Pada abad ke-20, Angkor Wat mengalami pemugaran yang berupa pembersihan tumbuhan-tumbuhan rambat dan tanah-tanah yang menutupi dinding-dinding kuil.

Fungsi dan Simbol dari Angkor Wat

Anggor Wat sejak dahulu telah menjadi simbol dan identitas dari bangsa Khmer yang merupakan suku asli Kamboja. Selain berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap dewa-dewi khususnya dewa Wisnu. Bangsa Kamboja juga telah menggunakan Angkor Wat sebagai lambang di bendera nasional Kamboja. Selain itu fungsi dari Angkor Wat adalah sebagai sumber kebanggaan bangsa Kamboja dan sekaligus menjadi faktor yang penting pada hubungan diplomatik antara Kamboja dengan Amerika, Prancis dan Thailand. Hal ini terbukti pada pameran di Marseille dan Paris pada tahun 1889 dan 1937. Setelah sebelumnya terjadi perebutan antara kerajaan Siam dengan kolonial Prancis untuk menguasai Angkor. Berikut ini adalah beberapa fakta-fakta yang menarik yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk jalan-jalan Angkor Wat, Kamboja.

  1. Candi ini adalah bagian dari mitologi gunung Meru yang dipercayai sebagai pusat dunia.
  2. Menara tertinggi pada Angkor Wat adalah menara utama yang dipercaya sebagai tempat bersemayan dewa Wisnu.
  3. Dinding dan terusan pada kuil ini adalah representasi dari lautan dan gunung yang mengelilingi dunia ini.
  4. Danau buatan yang mengapit jalan menuju Angkor Wat disebut dengan Baray.
  5. Jalan sepanjang setengah kilometer yang digunakan untuk mencapai Angkor Wat dihiasi oleh pagar susur.
  6. Pada saat pengunjung Angkor Wat masuk kedalam kuil melalui gerbang, maka mereka dianggap telah meninggalkan dunia manusia untuk masuk kedalam dunia para dewa.
  7. Meskipun lama tidak terawatt, namun Angkor Wat menjadi satu-satunya kuil di Kamboja yang tidak mengalami kerusakan yang parah. Hal ini dikarenakan parit yang mengelilingi kuil menghalangi binatang maupun reruntuhan pohon untuk merusak bangunan.
Candi Angkor Wat

Jalan-jalan ke Angkor Wat

Oleh karena itu, UNESCO menjadikan Angkor Wat sebagai salah satu warisan dunia yang patut kita jaga dan lestarikan pada tahun 1992. Demikianlah fakta dan fungsi dari Angkor Wat, semoga bisa menjadi referensi bagi Anda yang hendak jalan-jalan ke Angkor Wat, Kamboja. Semoga bisa menjadi pengetahuan bagi Anda yang suka traveling atau bahkan bagi Anda yang suka kepada situs-situs warisan dunia.

The following two tabs change content below.
Mulai menjadi seorang blogger pada tahun 2007. Saat ini memiliki beberapa toko online dan masih menekuni bisnis online. Co-Owner biro perjalan wisata Joglo Wisata.
Advertisement
Saatnya Jalan-Jalan Ke Angkor Wat, Kamboja | Ardy Pratama | 4.5

Leave a Reply